Ageboy Blog: http://ageboy.blogspot.com/2012/04/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html#ixzz28tv7zoxP memories of history: Antropologi: batasan, pengertian, dan ruang lingkup

Selasa, 20 Maret 2012

Antropologi: batasan, pengertian, dan ruang lingkup


A.                Pengertian Antropologi
Antropologi sebagai salah satu bidang keilmuan memiliki perbedaaan dengan disiplin ilmu lainnya baik dari segi ruang lingkup, pendekatan, pokok perhatian, dsb. Antropologi mencoba untuk mencari jawaban siapakah dan apakah manusia itu meski tidak dapat didefinisikan secara terbatas.
Bila dikaitkan dengan keragaman etnis di Indonesia, antropologi sangat bermanfaat untuk memahami kemajemukan (perbedaan) yang terdapat pada masyarakat Indonesia sehingga menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air. Antropologi, secara etimologis berasal dari kata Antropos, yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu.
Pengertian Antropologi menurut beberapa ahli yaitu sebagai berikut :
  1. Ralfh L Beals dan Harry Hoijen : 1954: 2
Antropologi adalah ilmu yang mempelajarai manusia dan semua apa yang dikerjakannya.
  1. Tulian Darwin
The origin of spicies” Antropologi fisik berkembang pesat dengan melakukan penelitian-penelitian terhadap asal mula dan perkembangan manusia. Manusia asalnya monyet, karena makhluk hidup mengalami evolusi. Antropologi ingin membuktikan dengan melakukan berbagai penelitian terhadap kera dan monyet di seluruh dunia.
  1. William A. Haviland
Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
  1. David Hunter
Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
  1. Koentjaraningrat
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka  warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
  1. Harsojo dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Antropologi” (1984)
Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari umat manusia sebagai makhluk masyarakat.
  1. Conrad Phillip Kotak dalam bukunya yang berjudul “Anthropology, the Exploration of Human Diversity” (1991)
Antropologi merupakan studi terhadap semua masyarakat, dari masyarakat yang primitif (ancient) hingga masyarakat modern, dari masyarakat sederhana hingga masyarakat yang komplek.
 Jadi antropologi memandang manusia sebagai sesuatu yang kompleks dari segi fisik, emosi, sosial, dan kebudayaannya. Antropologi sering pula disebut sebagai ilmu tentang manusia dan kebudayaannya.

  1. Ruang Lingkup Antropologi
Ilmu Antropologi dapat dikelompokkan ke dalam cabang ilmu humaniora karena kajian antropologi fokus kepada manusia dan kebudayaannya. Ilmu antropologi berbeda dari disiplin-disiplin lain tentang manusia karena ilmu antropologi lebih luas ruang lingkupnya.  Ilmu ini dimaksudkan sebagai ilmu yang khusus dan langsung menyoroti segala jenis manusia dan manusia dalam semua zaman.[1] Jadi para ahli antropologi berusaha memperluas ilmu yang mendalami tentang manusia, melalui pendekatan perbandingan, maupun pendekatan historis terhadap kebudayaan diseluruh dunia. Setiap bagian dari dunia yang pernah didiami oleh manusia menarik perhatian para ahli antropologi.
Para ahli antropologi pada zaman dahulu tidak demikian luas dan komprehensif dalam bidang perhatiannya, dibandingkan dengan zaman sekarang; pendalaman mengenai peradaban negara-negara barat serta perhatian tentang perhatian masyarakat-masyarakat komplek dengan sejarahnya yang sudah tercatat, diserahkan kepada disiplin ilmu yang lain. Berlainan dengan zaman sekarang, banyak ahli antropologi yang bekerja di desa-desa yang primitif maupun di kota-kota industri. 
Ciri yang utama dari ilmu antropologi adalah pendekatan secara menyeluruh yang dilakukan terhadap manusia, semua aspek dari pengalaman-pengalaman manusia. Misalnya dalam menulis tentang suatu kelompok manusia, ahli antropologi juga menggambarkan suatu bagian sejarah daerah manusia itu, lingkungan hidup, cara kehidupan keluarga, pola pemukiman, sistem politik dan ekonomi, agama, gaya kesenian dan berpakaian, segi-segi umum bahasa dan sebagainya.
Hal-hal yang ingin diketahui dalam antropologi adalah ciri khas yang dimiliki bersama oleh satu bangsa tertentu. Penduduk yang diteliti para ahli antropologi seringkali merupakan suatu masyarakat tunggal, artinya bangsa yang tinggal di suatu daerah dan mempunyai satu bahasa yang sama. Namun adakalanya penduduk yang diteliti oleh para ahli antropologi mungkin lebih besar atau lebih kecil daipada satu masyarakat tunggal. Jadi perhatian perhatian seorang ahli antropologi biasanya adalah untuk menguraikan perbedaan diantara bangsa-bangsa, menjelaskan apa sebabnya bangsa-bangsa mempunyai ciri-ciri bersama tertentu sedangkan mengenai ciri-ciri yang lain terdapat perbedaan.
Menurut Kontjaraningrat, antropologi di Indonesia hampir tidak terikat oleh tradisi antropologi manapun dan belum mempunyai tradisi yang kuat. Oleh karena itu seleksi dan kombinasi dari beberapa unsur atau aliran dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah-masalah kemasyarakatan yang dihadapi.
            Ruang lingkup dan kajian antropologi memfokuskan kepada lima masalah di bawah ini, yaitu:
  1. masalah sejarah asal dan perkembangan manusia dilihat dari ciri-ciri tubuhnya secara evolusi yang dipandang dari segi biologi;
  2. masalah sejarah terjadinya berbagai ragam manusia dari segi ciri-ciri fisiknya.
  3. masalah sejarah asal, perkembangan, serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia;
  4. masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan di dunia;
  5. masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat suku bangsa di dunia.
Berdasarkan penggolongan masalah tersebut, ilmu antropologi terbagi ke dalam 5 cabang ilmu yaitu:
  1. Paleoantropologi
  2. Antropologi Fisik         
    Keduanya lebih dikenal sebagai Antropologi Fisik dalam arti "luas"
  3. Prasejarah
  4. Etnolinguistik
  5. Etnologi
    Ketiga terakhir secara luas dikenal dengan sebutan Antropologi Budaya atau Antropologi S
    osial.
Untuk lebih memahami ruang lingkup dari ilmu antropologi, orang harus mengetahui tentang ilmu pengetahuan yang merupakan cabang-cabangnya. Berikut ilmu-ilmu yang merupakan cabang dari ilmu Antropologi
1.         Antropolgi Fisik
a.         Paleoantropologi
b.         Somatologi
2.         Antropologi Budaya
a.         Prehistori
b.         Etnolinguistik
c.         Etnologi
1) Deskriptif integration (Antropologi Diakronik/Etnologi)
2) Generalizing Approach (Antropologi Sinkronik/Sosial)
d.         Etnopsikologi
e.         Antropologi Spesialisasi
1)         Antropologi Perkotaan
2)         Antropologi Ekonomi
3)         Antropologi Politik
4)         Antropologi Pendidikan
5)         Antropologi Kesehatan
6)         Antropologi Kesehatan Jiwa
7)         Antropologi Kependudukan
f.          Antropologi Terapan 
Sumber : Koentjaraningrat; 1981 hal. 25

Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai mahluk fisik yang berkembang dan hendak ditentukannya bagaimana dan apa sebabnya bangsa-bangsa berbeda menurut keadaan fisiknya. Pertanyaan-pertanyaan yang menyolok dalam antropologi fisik adalah tentang munculnya manusia dan perkembangannya (paleontologi manusia) dan bagaimana  manusia pada masa sekarang secara biologis berbeda (variasi manusia).
Paleoantropologi  adalah bagian dari antropologi fisik yang menelaah tentang asal usul atau terjadinya dan perkembangan mahkluk manusia. Obyek penelitiannya adalah fosil manusia (sisa-sisa tubuh manusia yang telah membatu) yang terdapat dalam lapisan-lapisan bumi.
Somatologi  adalah bagian dari antropologi fisik yang menelaah tentang variasi atau keanekaragaman ras manusia melalui ciri-ciri tubuh manusia secara
Keseluruhan (ciri-ciri genotipe dan fenotipe ).
Antropologi Budaya adalah cabang antropologi umum yang berupaya
mempelajari kebudayaaan pada umumnya dan beragam kebudayaan pada
umumnya dan beragam kebudayaan dari berbagai bangsa di  seluruh dunia. Ilmu
ini mengkaji bagaimana manusia mampu berkebudayaan dan mengembangkan
kebudayaanya dari masa ke masa. Fokus yang dipelajari  oleh ilmu ini adalah cara
hidup manusia dalam memelihara dan mengubah  lingkungannya. Cara hidup ini
diperoleh manusia melalui proses belajar (sosialisasi) dan pengalaman hidup.
Prasejarah atau prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan
persebaran  semua kebudayaan manusia sebelum mengenal tulisan. Secara umum sejarah perkembangan umat manusia dapat dibagi ke dalam dua bagian. Pertama, masa sejak munculnya mahkluk manusia sekitar 800.000 tahun yang lalu hingga masa dimana kebudayaan manusia belum mengenal tulisan dan kedua adalah masa kebudayaan manusia setelah mengenal tulisan.
Etnolinguistik (linguistic antropology) adalah salah satu cabang antropologi budaya yang secara spesifik mengkaji masalah bahasa. Etnolinguistik mempelajari timbulnya bahasa, bagaimana terjadinya variasi dalam bahasa serta penyebaran bahasa umat manusia di dunia. Bahasa memiliki fungsi sebagai media transisi (sosialisasi) unsur-unsur kebudayaan dari satu generasi ke generaasi berikutnya. Karena fungsinya itu, bahasa menjadi salah satu unsur penting untuk dipelajari oleh antropologi.
Etnologi adalah bagian dari antropologi budaya yang mencoba menelusuri
asas-asas manusia dengan meneliti seperangkat pola kebudayaan suatu suku bangsa yang menyebar di seluruh dunia. Obyek penelitiannya adalah pola kelakuan masyarakat ( adat istiadat, kekerabatan, kesenian, dsb) serta dinamika kebudayaan ( perubahan, pelembagaan dan interaksi).
            Etnopsikologi adalah sebuah kajian antropologi yang menggunakan konsep-konsep psikologi dalam proses analisanya. Atas dasar kajiannya terhadap kepribadian suatu suku bangsa ini, para ahli antropologi juga dapat mengkritisi beberapa teori psikologi yang dihasilkan atas dasar suatu penelitian pada masyarakat Eropa. Atas dasar kajiannya terhadap masyarakat diluar Eropa, beberapa teori psikologi yang ada saat itu ternyata belum tentu dapat diterapkan atau berlaku secara universal. Oleh karena itu, masih perlu kehati-hatian dalam menerapkannya untuk mengkaji masalah kepribadian umum pada masyarakat di luar Eropa.
            Antropologi Spesialisasi, beragamnya keperluan dalam memahami suatu masalah menyebabkan para ahli sosial termasuk antropologi mencoba lebih memfokuskan  pada bidang-bidang tertentu. Kebutuhan pemecahan masalah pada bidang-bidang tertentu tersebut menyebabkan munculnya kekhususan-kekhususan pada antropologi. Dalam rangka itu, para ahli antropologi seringkali perlu meminjam konsep-konsep yang digunakan oleh ilmu-ilmu lainnya. Beberapa perkembangan antropologi yang menjurus pada lahirnya bidang-bidang spesial dari antropologi seperti antropologi ekonomi, antropologi politik, antropologi kependudukan.
    1. Antropologi Ekonomi
Pada tahun 1930-1n seorang ahli antropologi Inggris R. Firth memulai meneliti gejala ekonomi pedesaan seperti masalah pemodalan, pengerahan tenaga kerja, sistem produksi, pemasaran sistem pertanian dan perikanan. Di Indonesia, beberapa kajian Antropologi cukup banyak mendapat perhatian terutama upaya-upaya para ahli maupun para sarjana berusaha memahami masalah perekonomian para petani, nelayan, masyarakat di sekitar hutan, masyarakat meramu di Papua, dsb.
    1. Antropologi Politik
Perbedaan asas-asas dalam menyelenggarakan pemerintahan pada masyarakat modern (industri) dengan masyarakat non industri menjadi perhatian para ahli antropologi yang secara khusus memperhatikan masalah politik lokal (tradisional). Perhatian ahli antropologi terhadap gejala-gejala politik atau pemerintahan semacam itu telah melahirkan satu kajian ilmu antropologi yang disebut antropologi politik.
c.       Antropologi kependudukan
   Antropologi kependudukan merupakan salah satu sub antropologi yang lahir cukup baru, yaitu ketika dunia menganggap penting untuk masalah-masalah kependudukan. Berbagai kendala yang ditemui di lapangan dalam upaya menjalankan program kependudukan, seperti program KB di Indonesia, telah membawa para ahli antropologi untuk ikut membantu memecahkan persoalan kependudukan tersebut. Diketahui bahwa beberapa kendala yang menghambat kelancaran program-program kependudukan tersebut adalah disebabkan oleh latar belakang dan kondisi sosial budaya masyarakatnya. Atas dasar ini berkembanglah metode dan pendekatan antropologi yang secara khusus digunakan untuk memahami gejala kependudukan. Spesifikasi baru dari antropologi ini dikenal dengan antropologi kependudukan.
    1. Antropologi kesehatan
Antropologi kesehatan lahir ketika masyarakat dunia sadar akan pentingnya upaya untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan. Ledakan penduduk yang cukup tinggi diiringi pula oleh munculnya masalah kesehatan (masalah sanitasi lingkungan, penyakit epidemi, dll). Berbagai kendala yang ditemui di lapangan dalam upaya menjalankan program kesehatan, telah membawa ahli antropologi dan sosiologi untuk ikut membantu memecahkan persoalan kesehatan tersebut. Beberapa kendala yang menghambat kelancaran program-program kesehatan tersebut disebabkan oleh latar belakang dan kondisi sosial budaya masyarakat yang berbeda dalam melihat konsep sehat bagi ibu dan anak.
Berkembangnya antropologi Spesialisasi memunculkan antropologi terapan. Antropologi Terapan adalah antropologi yang langsung diaplikasikan karena dibutuhkan untuk keperluan tertentu. Gejala pembangunan masyarakat sejak Perang Dunia II membutuhkan bantuan berbagai disiplin ilmu termasuk antropologi di dalamnya. Dalam antropologi, antropologi pembangunan merupakan salah satu bidang ilmu yang tergolong ke dalam antropologi terapan. Sebagai ilmu terapan maka penggunaan metode-metode, konsep-konsep, dan teori-teori antropologi, misalnya, diterapkan untuk lebih memahami masalah-masalah pedesaan, masalah pendidikan, adopsi teknologi oleh para petani, masalah kehidupan para buruh pabrik, dsb. Hasilnya adalah berupa data-data yang dapat digunakan sebagai masukan dalam pembuatan kebijakan pemerintah.


[1]
Ihromi, T.O. 2006.  Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia halaman 2

http://photo.goodreads.com/books/1290006695l/9719459.DAFTAR PUSTAKA
Ihromi, T.O. 2006.  Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Kartika S. Hardjanti, S.Pd., Materi Ajaran Antropologi pada Suspan Sesko Angkatan tahun 2007.

Koentjaraningrat. 1979. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Aksara Baru




3 komentar: